Home > Reservasi Tiket Kereta Api 

Kami melayani penjualan tiket Kereta Api seluruh Indonesia (Sumatera Utara, sumatera Selatan dan pulau Jawa) secara online, Realtime dan bisa issued langsung. untuk kelas Exsekutif, Bisnis, Ekonomi.Pendistribusian tiket bisa di emailkan ke penumpang atau di print di tempat agen, Hasil print nya di tukar di statiun KAI 1 jam sebelum keberangkatan dengan menunjukkan kartu Identitas (KTP/SIM/Pasport)

Cara Pesan

1. Pesan

Pilih rute yang sesuai dengan jadwal, harga & tujuan yang anda inginkan. Isi detail penumpang lalu pilih kursi penumpang.

2. Bayar

Pilih metode pembayaran yang sesuai dengan Anda lalu ikuti langkah-langkahnya hingga selesai. Agar lebih mudah ikuti instruksi cara pembayaran.

3. Selesai

Setelah pembayaran selesai, Anda akan menerima e-Tiket atau voucher. Mohon periksa email Anda.

Partner Kereta Resmi

Mengapa Tiket Kereta di Gembel Traveller Terpercaya?

Reservasi Dapat Dilakukan H-90

Gembel Traveller menyediakan layanan pembelian tiket 90 hari sebelum tanggal keberangkatan untuk semua jurusan mulai dari kelas Eksekutif, Bisnis, ataupun Ekonomi.

Tanpa Hambatan

Tidak perlu lagi antri untuk membeli tiket kereta api. Anda dapat melakukan pemesanan kapan saja dan di mana saja melalui komputer ataupun smartphone. Reservasi semakin mudah!

Berbagai Pilihan Pembayaran

Pembelian tiket menjadi semakin fleksibel dengan berbagai pilihan pembayaran, dari Transfer ATM, Kartu Kredit, hingga Internet Banking.

Pilih Kursi Sendiri

Penumpang dapat memilih tempat duduk sendiri sesuai dengan keinginan.

Pencarian Tiket dan Jadwal Terlengkap

Tiket kereta api untuk semua jurusan dan berbagai pilihan kereta tersedia lengkap.

Transaksi Aman

Transaksi menggunakan Teknologi SSL dan e-tiket akan dikirim ke email Anda.

Sejarah Perkeretaapian

Sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai ketika pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele tanggal 17 Juni 1864. Pembangunan dilaksanakan oleh perusahaan swasta Naamlooze Venootschap Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij(NV. NISM) menggunakan lebar sepur 1435 mm.

MUSEUM KERETA API

Museum Kereta Api Indonesia (Indonesian Railway Museum) awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I. Stasiun ini dibangun oleh Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 bersamaan pembukaan lintas  Kedungjati-Ambarawa. Tahun 1907, Bangunan Stasiun Ambarawa direnovasi dengan mengganti material semula berupa kayu dan bambu menjadi batu bata.

Lawang Sewu adalah gedung bersejarah milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang awalnya digunakan sebagai Kantor Pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Gedung Lawang Sewu dibangun secara bertahap di atas lahan seluas 18.232 m2. Bangunan utama dimulai pada 27 Februari 1904 dan selesai pada Juli 1907. Sedangkan bangunan tambahan dibangun sekitar tahun 1916 dan selesai tahun 1918.

Museum Kereta Api Bondowoso merupakan museum kereta api pertama di Jawa Timur. Pada awalnya, museum ini merupakan sebuah stasiun, yakni Stasiun Bondowoso (Bo). Stasiun Bondowoso mulai dibangun tahun 1893 dan diresmikan tanggal 1 Oktober 1897 oleh Staatssporwegen (SS) bersamaan dibukanya jalur kereta api Jember-Kalisat-Bondowoso-Panarukan. Jalur tersebut merupakan kelanjutan dari pembangunan rel kereta api yang sudah ada yaitu jalur Bangil-Pasuruan-Probolinggo yang beroperasi tahun 1884.

Era perkeretaapian di Sumatera Barat dimulai dari pembangunan jalur kereta api oleh Perusahaan Kereta Api Negara Sumatra Staats Spoorwegen (SSS). Pembangunan tersebut dimulai dari Teluk Bayu-Padang Panjang-Bukit Tinggi dan Padang Panjang-Sawahlunto. Sampai tahun 1892 jalur kereta sudah mencapai Muara Kalaban.

Graha Parahyangan yang dulunya dikenal dengan nama Wisma Parahyangan didirikan pada tahun 1927. Bangunan ini awalnya merupakan sebuah rumah tinggal milik orang Belanda, Ernst Gerard Oscar Kelling. Setelah masa kemerdekaan Republik Indonesia, bangunan tersebut digunakan sebagai rumah dinas Kepala Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Bangunan dan tanah seluas 2100 m2 ini pernah digunakan sebagai mess atau wisma pegawai pada tahun 1990-an hingga 2009.

© 2017 Gembel Traveller. All Rights Reserved